Sunday, 26 May 2024

Tokoh Adat Fakfak, Willy Hegemur Desak Polisi Ungkap Kasus Perobek Celana Wanita

-

Fakfak, Papuachannel.com – Beberapa jam terakhir ini, masyarakat Kabupaten Fakfak, Papua Barat kembali dihebohkan dengan salah satu ponstingan di akun media sosial yang menampakkan video serta gambar dari CCTV di sebuah rumah warga yang informasinya berlokasi di daerah Kawasan, Kelurahan Fakfak Selatan, Kabupaten Fakfak, Papua Barat.

Dalam video tersebut yang terekam pada Selasa (7/2/2023) sekira pukul 02.18 WIT, nampak seorang pria mengenakan sweater atau kaos berlengan panjang dengan hoody (tudung) berwarna abu-abu yang nampaknya berada di sebuah rumah.

Dalam sebuah obrolan di media sosial, dikatakan bahwa peristiwa itu terjadi di daerah kawasan Fakfak kota. Ketika itu pelaku sedang memasuki salah satu kamar kos putri.

“Kemarin dia (Pelaku-red) masuk di adik-adik perempuan punya kos dengan perbuatan yang tidak bagus (menyobek celana adik-adik perempuan dengan ancaman membunuh) kalau teriak atau bergerak,” ungkap seseorang dalam obrolan tersebut.

Atas peristiwa ini, Sekretaris Lembaga Masyarakat Adat atau LMA, Willy Hegemur, mendesak polisi untuk segera mengungkap peristiwa ini.

“Kami minta agar polisi segera bertindak. Harus ada upaya preventif sebelum ada korban. Polisi harus segera bertidak, jangan sampai ada korban lagi. Dan lagi, kita hindari aksi massa yang main hakim sendiri,” ujar Willy Hegemur.

Pengungkapan masalah ini seharusnya tidak terlalu sulit, lantaran identitas atau wajah terduga pelaku terpampang jelas dalam video dan foto-foto yang beredar di media sosial tersebut.

Terkait hal ini, Kasat Reskrim Polres Fakfak Iptu. Hamdan Samudro, STK., SIK., mendampingi Kapolres Fakfak menyampaikan, hingga saat ini pemilik rumah belum melaporkan hal tersebut ke polisi.

“Sampai saat ini, pemilik rumah belum membuat laporan. Langkah Satreskrim Polres Fakfak tentunya akan melakukan penyelidikan melalui olah TKP sampai dengan pengambilan keterangan, sehingga akan diketahui fakta hukum dari perbuatan yang ada pada tangkapan CCTV,” kata Hamdan.

Desakan masyarakat agar polisi segera mengungkap kasus yang mirip dengan peristiwa kolor ijo beberapa tahun lalu ini adalah hal yang wajar, mengingat, bila terduga pelaku belum diamankan, dikuwatirkan dia akan merambah di lokasi yang lain, atau bisa saja apabila terduga pelaku tertangkap, masyarakat akan melakukan aksi main hakim sendiri yang berakibat fatal.

Nantikan berita terupdate seputar Papua, hanya di www.papuachannel.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru