https://www.youtube.com/watch?v=Fq6dYAVZ7bQ
Bintuni – Perjalanan Kapal motor Lema dari kebupaten Teluk Bintuni dengan tujuan akhir Sorong tidak memiliki lonjakan penumpang yang signifikan padahal perjalanan kapal yang tiba di sorong pada 24 Desember 2021 ini seharusnya menjadi puncak arus mudik bagi masyarakat kristiani yang akan merayakan natal.
Kapten KM Lema, Bonang Akbar menjelaskan, jumlah penumpang pada arus mudik natal dan tahun baru ini turun drastis dibanding pada puncak arus mudik pada momen yang sama tahun lalu dari kapasitas penumpang sebanyak 165 orang sesuai data manives penumpang dalam perjalanan pucank arus mudik ini tidak mencapai 100 persen. Penumpang yang berangkat dari pelabuhan Bintuni pada hari Kamis 23 Desember banyak yang turun di pelabuhan Babo sedangkan yang naik dari pelabuhan Babo tujuan Sorong jumlahnya juga tidak signifikan.
Selain kondisi pandemi Covid-19 yang mengharuskan penumpang menjalani vaksin sebagai syarat perjalan, kondisi perekonomian masyarakat yang belum sepenuhnya pulih menjadi penyebab dari landainya puncak arus mudik akhir tahun ini. Kendati jumlah penumpang arus mudik tidak ada lonjakan signifikan, manajemen KM Lema tetap memberikan fasilitas dan pelayanan kepada penumpang secara maksimal. Sejumlah fasilitas penumpang kapal seperti kamar mandi yang bersih dengan air yang cukup, cafetaria dan tempat santai penumpang di top dek menjadi unggulan kapal milik ASDP ini.
-Tim liputan Papua Channel-