https://youtu.be/yBmavwPME2c
KAB.PEGUNUNGAN BINTANG – Marselinus Ola Attanila menceritakan kisah kejamnya Kelompok Kriminal Sparatis Bersenjata (KKSB) saat melakukan penyerangan dan pembakaran di Puskesmas Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Senin, 13 September lalu. Dengan berlinang air mata, Marselinus menceritakan tindakan yang dilakukan oleh KKSB terhadap dirinya dan teman-temannya sangat keji dan tidak manusiawi.
Mantri yang bertugas Satu Setengah Tahun di Pegunungan Bintang tersebut, mengatakan, awalnya pihaknya telah mengetahui akan ada penyerangan dari KKSB di wilayah itu. Di mulai sekitar Pukul 07:00 WIT dirinya bersama Nakes lainnya masih tenang berada di dalam Barak Medis dan Puskesmas untuk menjalani aktivitas. Sekitar Pukul 09.00 WIT terdengar letusan senjata di POS TNI Kiwirok yang berada di ketinggian. Setelah Lima Menit kemudian KKSB Memukul Kaca, Melempari Gedung dan Menyiram Bensin selanjutnya membakar Puskesmas tersebut.
KKSB juga merusak dan membakar tempat tinggal dokter yang berada di sebelah Puskesmas Kiwirok. Dibalut rasa takut, Marselinus Ola Attanila, Peria asal NTT tersebut bersama rekannya terpaksa menyelamatkan diri dengan melopat ke jurang sehingga tersangkut di akar pohon dan semak. Sambil mengusap air matanya, Marselinus, menyebut dalam penyelamatan tersebut dirinya berhasil selamat karena bersembunyi di balik tebing.
Sementara, Tiga Nakes yang ikut melompat ke jurang berhasil ditemukan KKSB sehingga mereka di aniyaya secara keji menggunakan senjata tajam hingga mengakibatkan Suster Gabriela Melani meninggal dunia. Setelah situasi dilihatnya mulai aman, Marselinus kemudian memilih untuk keluar dari tempat persembunyiannya dan mengamankan diri ke POS Kiwirok bersama tenaga medis lainnya yang selamat.
– Tim Liputan Papua Channel –