SEBELUM GUGUR, Alm GABRIELA MEILANI BERCANDA DENGAN KELUARGA LEWAT TELEPHONE

0
198

https://youtu.be/njjC0B68VDU
JAYAPURA-PAPUA – Kejadian Pembunuhan Tenaga Medis Gabriela Meilani oleh KKSB di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Senin, 13 September lalu meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan. Keluarga tak menyangka anak mereka meninggal akibat penyerangan tersebut pasalnya sehari sebelum kejadian, Almarumha Gabriela Meilani masih sempat menghubungi keluarga untuk bercerita dan bercanda dengan orang tuanya.

Keluarga mengaku, Suster Ella, sapaan akrabnya adalah anak yang periang dan bertanggung jawab. Almarhum baru menyelesaikan Pendidikan Sarjana pada tahun lalu dan langsung memutuskan untuk melakukan Pelayanan Kesehatan di Distrik Kiwirok. Keluarga sangat menyayangkan kejadian ini pasalnya Gabriela Melani bertugas di Puskesmas Kiwirok untuk melayani masyarakat setempat namun balasan yang diberikan adalah kematian.

Keluarga berharap agar Aparat Keamanan TNI-POLRI bisa menegakan hukum terhadap KKSB serta menjamin keamanan seluruh petugas medis yang bertugas di daerah pedalaman Papua. Hingga saat ini pihak keluarga masih menanti kedatangan Jenazah Almarhum Gabriela Meilani yang hingga saat ini belum di evakuasi dan masih berada di dalam jurang dengan kedalaman hampir Lima Ratus Meter.

Gabriela Meilani merupakan salah satu korban yang hilang saat aksi penyerangan dan pembakaran di Puskesmas Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Senin, 13 September lalu. Gabriela dianiayah secara keji dan tidak manusiawi oleh KKSB hingga meninggal dunia dan di buang ke jurang. Selain Gabriela sejumlah rekan tenaga medis lainnya juga menjadi korban penganiayaan sadis yang dilakukan KKSB. Namun beberapa berhasil menyelamtkan diri ke POS TNI. Dalam aksi penyerangan tersebut KKSB membakar sejumlah fasilitas umum seperti, Sekolah, Pasar, Bank Perwakilan dan Puskesmas.

– Tim Liputan Papua Channel –

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here