Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Sorong menyatakan sikap serta mengutuk peristiwa penembakan disertai pembantaian terhadap para pekerja jalan trans Bintuni Maybrat, Papua Barat.
Dua di antara empat korban meninggal dunia masing-masing Abas dan Armin diketahui berasal dari Sulawesi Selatan yang saat ini bermukim di Kota Sorong.
DPD KKSS Kota Sorong juga meminta pemerintah daerah hingga pusat menjamin keamanan di seluruh wilayah tanah Papua agar masyarakat dapat beraktifitas dengan nyaman.
Permintaan ini disampaikan karena DPD KKSS menilai peristiwa serupa yang diduga kuat dilakukan oleh kelompok separatis itu telah terjadi berulang kali.
Akan tetapi, peristiwa serupa yang selalu mengorbankan nyawa warga sipil itu pun tak kunjung usai. Padahal keberadaan aparat cukup tersedia di berbagai wilayah.
Ketua DPD KKSS Kota Sorong, Syamsudin Djohan usai membacakan pernyataan sikap resmi organisasinya, Sabtu 01 Oktober 2022 meminta aparat bertindak tegas dan segera menangkap serta memproses hukum para pelaku.
Atas peristiwa penembakan dan pembantaian terhadap para pekerja jalan trans Bintuni Maybrat yang terjadi pada Kamis (29/09) lalu, para kerabat dari korban meninggal dunia meminta perhatian khusus dari Komnas HAM.
Tindakan para pelaku yang menempak serta membantai para korban, lalu mempublikasikannya ke media sosial dinilai sangat melanggar batas kemanusian dan telah meninggalkan luka batin mendalam di kalangan para kerabat. (*red)