PASCA DILANTIK, BADAN PENGURUS IKBM SORONG RAYA SEGERA WUJUDKAN RUMAH SINGGAH

0
269

https://www.youtube.com/watch?v=Uc2Jph7AqYA
Kota Sorong – Pasca pelantikan badan pengurus Ikatan Keluarga Nelu Malaka (IKBM) Sorong Raya masa bakti 2021-2026, menyatakan, IKBM akan berfokus ke dua program kerja prioritas di antaranya pembangunan rumah singgah dan pembenahan administrasi kependudukan para anggotanya.

Ketua IKBM Sorong Raya, Oktavianus Klau Bria mengungkapkan, dua program kerja tersebut merupakan kebutuhan yang mutlak harus dipenuhi saat ini karena para anggota tersebar di banyak wilayah diperlukan fasilitas penunjang dan administrasi kependudukan yang jelas guna memfasilitasi para anggota yang mayoritas adalah perantau yang bekerja di sektor informal.

Acara pelantikan yang dilaksanakan Minggu 28 November 2021 di gedung Tongkonan berlangsung meriah dengan nuansa budaya khas NTT. Turut hadir pemerintah provinsi Papua Barat yang diwakili oleh asisten gubernur bidang kemasyarakata dan SDM Muhamad Tawakal, bupati Sorong Johni Kamuru serta ketua Ikatan Keluarga Flobamora Kota dan kabupaten Sorong, Martinus Lende Mere dan Yohanes Laba Maran.

Selaku ketua ormas IKF yang juga turut menaungi IKBM Sorong Raya, Martinus Lende Mere berpesan agar para pengurus yang dilantik harus bekerja maksimal menjalankan program kerja yang telah disepakati bersama. Dia menghimbau ormas atau wadah masyarakat ntt lainnya supaya segera membenahi pengurus dan tata kelola di internal masing-masing. Pembenahan penting dilakukan mengingat dualisme kepengurusan ikatan keluarga Flobamora Kota Sorong telah berakhir pasca keputusan pengadilan negeri Sorong yang mengabulkan gugatannya 9 November lalu.

Dengan keputusan yang telah dinyatakan inkrah itu, Martinus Lende Mere telah sah secara hukum sebagai ketua IKF Kota Sorong masa bakti hingga 2026. IKBM Sorong Raya merupakan ormas yang didirikan sejak 16 tahun lalu untuk menghimpun kaum perantau asal kabupaten Belu dan Malaka, provinsi Nusa Tenggara Timur. Dengan cakupan wilayah kerja yang terbilang cukup luas, ormas ini mewadahi anggotanya yang saat ini merantau di kota dan kabupaten Sorong, Maybrat, Tambrauw, Raja Ampat dan Sorong Selatan.

Kabupaten Belu dan Malaka merupakan dua wilayah administrasi pemerintahan berbeda berbatasan langsung dengan negara tetangga Timor Leste dan masyarakat dari kedua kabupaten itu memiliki keterkaitan emosional erat karena latar belakang budaya yang sama.

-Tim Liputan Papua Channel-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here