RATUSAN ALUMNI P2TIM BINTUNI MENGANGGUR, PETROTEKNO DINILAI GAGAL

0
373

https://www.youtube.com/watch?v=rrEKZnPseXs
Bintuni – Perwakilan alumni pusat pelatihan teknik industri migas (P2TIM) kabupaten Teluk Bintuni mendatangi kantor DPRD setempat Rabu siang 27 Oktober 2021 untuk mengadukan nasibnya. Para alumni P2TIM ini merasa menjadi korban pencitraan lembaga pelatihan yang dikelola Petrotekno di Teluk Bintuni alasannya meski mengantongi dua puluh empat sertifikat keahlian yang katanya memiliki standar tinggi namun para alumni mengaku tidak diterima bekerja di proyek LNG Tangguh.

Alumni P2TIM Petrotekno yang masih jadi pengangguran ini berasal dari hampir semua angkatan baik dari angkatan pertama hingga angkatan delapan. Mereka mengadu ke DPRD dibawah koordinasi pengurus KNPI Teluk Bintuni. Dalam pertemuan dengan komisi B DPRD Teluk Bintuni, terdapat delapan poin aspirasi yang mereka sampaikan salah satunya adalah memohon bantuan komisi B DPRD dan pemda kabupaten Teluk Bintuni agar memfasilitasi lulusan P2TIM untuk bekerja di LNG Tangguh maupun di perusahaan migas lain yang ada di Papua Barat dan Papua.

Dari delapan ratus pemuda yang telah lulus dari petrotekno, ada sekitar enam ratus orang lebih yang masih menganggur selebihnya mereka telah bekerja di luar teluk bintuni. Tingginya jumlah alumni P2TIM yang masih jadi pengangguran ini menurut Kenny Kindewara ketua DPD KNPI Teluk Bintuni adalah cermin kegagalan Petrotekno dalam melatih para pemuda Teluk Bintuni padahal dalam pelatihan selama tiga bulan itu pemerintah kabupaten Teluk Bintuni sudah mengalokasikan anggaran hingga puluhan miliar dalam satu tahun.

-Tim liputan Papua Chanel-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here