https://www.youtube.com/watch?v=TdQPe3GCJNc
Kabupaten Sorong – Yayasan Konservasi Alam Nusantara Papua Barat menggelar pelatihan penyusunan strategi planying bagi masyarakat adat di Malamkarta Raya.
Pelatihan selama dua hari ini maksudkan untuk mendampingi masyarakat adat setempat dalam mengelolah wilayah egek atau sasi di laut yang luasnya sekitar 4000 hektare. Diharapkan dengan pelatihan ini akan ada rencana dan strategi yang berskala besar untuk pengelolaan wilayah egek secara efektif sehingga mampu memberi dampak ekonomi dan keberlanjutan sumber daya alam yang ada.
Program meneger Yayasan Konservasi Alam Nusantara, Lukas Rumetna mengatakan, pendampingan pengelolaan egek atau sasi akan dilaksanakan selama kurang lebih empat tahun sesuai dengan stema pendanaan dari pemerintah Jerman.
Sementara itu kepala kampung Mibi, Yahya Sapisa menjelaskan, pengelolaan egek atau sasi di wilayah Malamkarta Raya dibutuhkan kerja sama yang baik. Pengelolaan berlokasi di lima kampung yakni Malaumkarta, Suatolo, Suatuk, Mibi dan Malagufuk.
Diharapkan kegiatan pengelolaan egek atau sasi ini dapat disosialisasikan kepada masyarakat terlebih dahulu sehingga dalam proses pelaksanaan tidak terjadi konflik dan juga selisi paham.
-Tim liputan Papua Channel-