https://youtu.be/tge1E034AiU
KAB.SORONG – Kelompok Petani Sagu, Gisimiklagi, Kelurahan Malawili, Distrik Aimas Kabupaten Sorong, Papua Barat, berharap perhatian khusus dari Pemerintah Pusat terkait sarana penunjang. Saat dikunjungi Menteri Pertanian (Mentan) Jumat 3 September 2021, Ketua Kelompok Petani Sagu Gisimiklagi, Melkianus Malagam, menuturkan seluk beluk aktivitas pengolahan sagu yang dijalankan kelompoknya.
Saat ini kelompok tani tersebut telah memiliki rumah sagu sebuah bangunan semi permanen untuk menjalankan kegiatannya. Aktivitas pengolahan yang dilakukan yaitu mulai dari Menebang, Menokok, hingga mengolah pohon sagu menjadi tepung. Tepung sagu yang dihasilkan memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan. Karena itu, Melkianus menyatakan proses pengolahan tanaman sagu seluas kurang lebih 3 Hektar yang dikerjakan kelompoknya membutuhkan peralatan tambahan seperti Alat Pemotong Pohon dan Mesin Pengolah Kapasitas Besar.
Atas permintaan tersebut, Mentan, Syahrul Yasin Limpo menyatakan konsep pertanian terpadu saat ini sedang didorong pemerintah pusat melalui kementerian yang dipimpinnya untuk diterapkan di Rumah Sagu Gisimiklagi. Konsep tersebut nantinya akan mengkolaborasikan pertanian dengan sektor lainnya seperti Perkebunan, Peternakan, hingga Pariwisata. Kolaborasi dilakukan untuk lebih meningkatkan potensi pendapatan ekonomi petani dan pelaku usaha terkait.
Mentan meminta Pemerintah Daerah terlibat aktif mendorong konsep tersebut agar segera terealisasi dalam waktu dekat ini. Dikutip dari Data Badan Pusat Statistik, Indonesia telah mengekspor sagu sebesar 13 Ribu Ton atau senilai 40 Milyar Rupiah di Tahun 2020 lalu. Selama kurun waktu Tahun 2020 hingga Semester 1 Tahun 2021 Volume Ekspor Sagu meningkat 5,1 Persen. Luasan Areal Sagu Nasional saat ini mencapai 196.831 Hektar, 99,65 Persen areal adalah Perkebunan Rakyat. Papua dan Papua Barat merupakan sentra terbesar Sagu Nasional yang berkontribusi sebesar 29,2 Persen dari Areal Sagu Nasional.
– Tim Liputan Papua Channel –