https://youtu.be/s76iEZk7tpk
KOTA SORONG – Stok tabung oksigen di sejumlah rumah sakit di Kota Sorong, Papua Barat, diketahui mulai menipis. Jumlah yang disuplay dari produsen juga mulai terbatas. Sejumlah produsen yang selama ini menyuplai ke industri kini berfokus membantu pemerintah. Direktur PT. Klasaman Indah Raya, David Wirawan mengaku, jika pihaknya kewalahan melayani tingginya permintaan tabung oksigen terutama dari pihak rumah sakit sejak PPKM Darurat diberlakukan di Kota Sorong.
Akibat tingginya permintaan, David menyatakan pihaknya selaku produsen tabung oksigen yang berfokus menyuplay kebutuhan industri kini mengalihkan suplynya ke layanan medis. Meskipun sempat mengalami penurunan hasil produksi tabung akibat teknisi yang didatangkan dari luar daerah namun kini telah normal kembali.
Juru bicara Gugus Tugas percepatan penanganan Covid-19 Kota Sorong, Rudy Laku membenarkan jika sejumlah rumah sakit mengalami keterbatasan tabung oksigen. Gugus Tugas memastikan dinas terkait akan selalu berupaya memenuhi kebutuhan tabung oksigen guna penanganan pasien Covid-19.
Data Gugus Tugas percepatan penanganan Covid-19 Kota Sorong, hingga Senin 26 Juli 2021 terjadi penambahan 142 kasus terkonfrmasi positif. Dengan demikian total jumlah kasus positif di Kota Sorong mencapai 4.889, 4.228 diantaranya dinyatakan sembuh, 78 lainnya meninggal dunia. Saat ini pasien positif Covid-19 yang dirawat tersebar di 6 rumah sakit sebagai berikut, Rumah Sakit Sele Be Solu, 28 pasien, Rumah Sakit Angkatan Laut Dokter Oetojo, 34 pasie, Rumah Sakit Darurat Covid Kampung Baru, 50 pasien, Rumah Sakit Pertamina, 26 pasien, Rumah Sakit Maleo, Kampung Baru, 12 pasien dan Rumah Sakit JP Wanane, 22 pasien.
– Tim Liputan Papua Channel –