Merasa Ditelantarkan, IPMAPAN Sorong Raya Minta Perhatian Pemda Paniai Soal Akomodasi

0
294

Mahasiswa asal kabupaten Paniai, Papua yang ada di Kota Sorong meminta pemerintah di daerah asalnya memberikan kepastian soal biaya perpanjangan sewa gedung asrama yang selama ini mereka tempati.

Pasalnya, masa sewa gedung telah berakhir 1 Oktober 2022. Akibat tidak adanya kepastian terkait biaya perpanjangan kontrak, 20 mahasiswa terpaksa mengevakuasi diri dan barang miliknya dari asrama ke kerabat terdekat, Rabu 5 Oktober.

Gedung asrama merupakan rumah warga di kelurahan Malanu, distrik Sorong Utara yang telah dikontrak dinas sosial kabupaten Paniai, sejak 2019 lalu.

Saat berkunjung ke kantor redaksi Papua Channel, Ketua Ikatan Mahasiswa Paniai (Ipmapan) se-Sorong Raya, Siluap Yeimo menyampaikan, ia dan rekan-rekannya merasa ditelantarkan oleh pemda di daerah asal.

Padahal, menurut Siluap Yeimo, dirinya telah menyampaikan surat permohonan bantuan biaya guna perpanjangan kontrak ke Pemda kabupaten Paniai. Surat permohonan telah disampaikan Sekretaris Ipmapan langsung kepada Bupati, Meki Nawipa beberapa waktu lalu. Namun, hingga saat ini belum ada jawaban atas surat tersebut.

Siluap Yeimo Pun meminta Pemda kabupaten Paniai memberikan perhatian soal akomodasi yang layak bagi para mahasiswa yang ada di luar daerah agar mereka dapat menjalani studi dengan baik.

Redaksi Papua Channel telah berupaya meminta tanggapan dari Dinas Sosial pemda Kabupaten Paniai terkait pembiayaan akomodasi bagi para mahasiswa yang menempuh studi di luar daerah. Namun hinga berita ini ditayangkan kepala dinas Sosial, Agustinus Yagekouyo Kudiay yang dihubungi melalui sambungan telpon selular belum memberikan tanggapan. (*red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here