PROSESI PENAMATAN “WUON” SEKOLAH ADAT SUKU MAYBRAT

0
310

https://www.youtube.com/watch?v=L6TL_4Lyarg
Maybrat – Ini adalah prosesi saat penamatan para peserta didik sekolah adat Zona Aifat yang digelar di Kumurkek, akhir bulan September 2021. Dalam bahasa Maybrat sekolah adat disebut Wuon. Mengawali prosesi, para guru melingkari peserta didiknya untuk dihantar dari rumah adat ke rumah dansa Srar guna pelaksanaan ritual. Ada tiga ritual penting dalam prosesi penamatan Wuon. Ritual pertama yaitu penunjukan atau seleksi peserta didik yang memenuhi syarat kelulusan, Kedua penyerahan persembahan para peserta lulus kepada orang tua dan kerabat Dan ritual ketiga pengembalian peserta didik ke orang tua atau kerabat masing-masing.

Sekolah adat atau Wuon merupakan salah satu upaya mewariskan budaya dan jati diri untuk pembentukan mental dan karakter serta moral kaum laki-laki khususnya generasi muda suku Ayamaru Aifat dan Aitinyo, tiga suku terbesar yang mendiami wilayah kabupaten Maybrat, Papua Barat. Peserta didik Wuon adalah kaum pria berusia minimal 14 tahun. Pendidikan dilaksanakan di tempat khusus dalam hutan selama 6 hingga 12 bulan. Saat mengikuti pendidikan, para peserta akan ditempa dengan beragam ilmu tentang aturan dan adat istiadat serta berbagai keterampilan seperti bertani, berburu, menangkap ikan hingga menjadi tabib. Selama masa pendidikan, para peserta didik diasingkan dan tidak diperbolehkan berinteraksi dengan dunia luar. Sempat vakum dalam satu dekade terkahir, Wuon kini kembali aktif digelar dan mendapat dukungan dari pihak gereja serta pemerintah daerah.

-Tim Liputan Papua Channel-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here