https://youtu.be/ZVzXPuzhVyQ
KAB.INTAN JAYA – Setelah mengevakuasi Ketiga Korban Awak Pesawat dan mengambil Kotak Black Box, pihak kepolisian Polres Intan Jaya, Papua, bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mulai menyelidiki penyebab jatuhnya Pesawat Rimbun Air. Dari hasil penyelidikan sementara, Polisi dan KNKT menemukan beberapa kejanggalan diantaranya muatan yang dibawa tidak sesuai dengan manifes barang yang tercatat yakni bahan bangunan dan sembako.
Sementara yang ditemukan dalam pesawat terdiri dari Bahan Bangunan dan BBM Jenis Solar. Selain itu muatan yang dibawa oleh pesawat tersebut diduga melebihi kapasitas muatan. Saat itu pesawat dalam keadaan tidak stabil untuk terbang karena masih tahap perbaikan.
Kapolres Intan Jaya, AKBP Sandi Sultan, mengatakan, saat ini pihaknya terus melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab jatuhnya pesawat. Jika ditemukan ada unsur pidana maka pihaknya akan melakukan proses hukum selanjutnya.
Sebelumnya Pesawat Cargo Rimbun Air dengan Nomor Penerbangan 300 PK-OTW yang di Awaki Capten Pilot Haja Mirza dan CO Pilot Fajar serta Enggenering Iswayudi hilang kontak saat melakukan penerbangan dari Nabire ke Intan Jaya, Papua, Rabu, 15 Sepetember 2021.
Setelah kurang lebih Tiga Jam pencarian, pesawat ditemukan dalam kondisi hancur dan Ketiga Awak Pesawat dinyatakan meninggal dunia. Pesawat ditemukan di Perbukitan Kampung Bilogai, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya sekitar Pukul 11:00 WIT. Pengamatan dari atas helikopter terlihat pesawat jatuh di ketinggian 2.400 Meter di dalam hutan dengan jarak dari Bandara Bilogai 800 Meter .
– Tim Liputan Papua Channel –