Saturday, 22 June 2024

Tidak Menentang, Warga Korban Banjir Sorong Justru Dukung Galian-C Kilo 10 Ditutup

-

Warga korban banjir yang bermukim di Kampung Bugis KM-10 masuk, Kota Sorong, justru meminta pemerintah menutup lokasi tambang galian-C, serta menghijaukan kembali perbukitan yang ada di sekitar pemukiman mereka, dan bukan sebaliknya, seperti yang telah diberitakan papua channel pada jumat pekan lalu, 2 september.

Perwakilan warga, Yusuf Salampessy yang mendatangi kantor redaksi papua channel siang tadi (Senin 05/02/22), menyatakan, permintaan bahkan sudah disampaikan sejak 2018 lalu. Bahkan, Yusuf menuturkan, Kementerian Lingkungan Hidup DAN Kehutanan telah menutup tambang-tambang tersebut pada dua tahun lalu.

Namun hingga tahun ini tambang-tambang yang berlokasi di kelurahan Matalamagi dan malasilen itu diketahui masih beroperasi.

Yusus juga menyampaikan kondisi terkini yang ia alami bersama para tetangganya dan juga ribuan korban banjir lainnya, yang sampai sekarang rumah dan aset-asetnya masih terus dilanda banjir.

Sebagai warga yang sudah menjadi korban selama beberapa tahun terakhir ini, Yusuf Salampessy berharap pemerintah serius menangani banjir dan menata kembali kawasan pemukiman di kampung Bugis dan sekitarnya serta di Kawasan lainnya.

Namun apabila pemerintah bermaksud me-relokasi pemukiman warga di kampung bugis, yusuf berharap ada perhatian khusus terkait kompensasi atau ganti rugi, karena ia dan para korban banjir lainnya sudah mengalami banyak kerugian moril maupun materi.

Sebelumnya diberitakan, warga korban banjir mencegat rombongan kendaraan yang ditumpangi penjabat wali kota, George yarangga saat melintas di jalan aniweho, kampung bugis, kilometer masuk, kamis 1 september lalu.

Saat itu, Warga meminta penjabat wali kota turun dan mendengarkan langsung sejumlah keluhan dan permintaan mereka.

Dalam video berita yang diterbitkan papua channel berjudul Warga Korban Banjir Sorong Cegat Penjabat Wali Kota Minta Galian-C Tidak Ditutup, tertulis nama yusuf salampessy sebagai rohman, warga kampung bugis.

Atas kesalahan penulisan nama dan kekeliruan wartawan mengutip isi pernyataan yusuf di hadapan wali kota, redaksi papua channel telah meminta maaf dan menerbitkan berita klarifikasi. (*red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru