SIDAK BELAJAR TATAP MUKA, SEKOLAH DI KOTA SORONG MASIH LANGGAR PROKES

0
164

https://youtu.be/cW1mwG5P0UE
KOTA SORONG – Saat melakukan Sidak pembelajaran tatap muka terbatas di Kota Sorong, Kamis pagi, Gustu Percepatan Penanganan Covid-19 menemukan masih ada sejumlah sekolah yang melanggar Protokol Kesehatan. Di SD Inpres 17 Remu, Gustu menemukan ada guru yang mengajar tanpa menggunakan masker begitupun dengan siswa. Sementara di SD Negeri 2 Remu saat melakukan apel masuk kelas, siswa masih berkerumun begitupun orang tua yang menunggu anaknya sekolah terlihat berdesakan. Satgas langsung menegur kepala sokolah agar lebih serius menerapkan prokes di lingkungan sekolahnya.

Masih ada beberapa sekolah dimana gurunya dalam menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker belum sepenuhnya terlaksana. Ada beberapa SD yang kami temukan guru dalam proses belajar mengajar, anak murid dalam proses penerimaan pelajaran tidak menggunakan masker. Sebagai himbauan dari kami ke kepala sekolah agar lebih mempertegas para guru dan anak-anak murid dalam proses belajar mengajar tetap menggunakan masker.

Kepala Sekolah SD Inpres 17 Remu Kota Sorong, Horas Sianturi, membantah sekolahnya tidak menerapkan prokes. Kepsek akui guru sering mengeluh saat mengajar suaranya tidak didengar siswa yang duduk di bangku belakang sehingga kadang mereka melepas masker. Kepsek berjanji akan menegur guru yang mengajar tidak menggunakan masker. Saat berbicara sih mungkin mereka buka ya tapi setelah itu pakai masker lagi toh. Semua itu ada masker di depan. Ada beberapa guru saat mengajar sukar bicara jadi buka masker dulu.

Beberapa sekolah terlihat sudah menyediakan sarana tempat cuci tangan bagi siswanya namun ditemukan ada yang airnya tidak mengalir bahkan tidak ada sabun untuk mencuci tangan. Dalam Sidak ini, Gustu Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Sorong hanya memberikan sangsi teguran bagi sekolah-sekolah yang tidak menerapkan protokol kesehatan. Sidak seperti ini akan terus dilakukan selama pelaksanaan belajar tatap muka.

– Tim Liputan Papua Channel –

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here