https://www.youtube.com/watch?v=BvflHncJmM8
KOTA SORONG Warga terdampak dari proses penggalian di kawasan RH-2 kelurahan Doom Timur, distrik Sorong Pepulauan, Kota Sorong, berharap pemerintah dan aparat penegak hukum segera menyelesaikan polemik yang selama ini terjadi. Pasalnya warga merasa bingung pasca pengakuan pemilik lahan kepada media massa saat disidak oleh kepala dinas lingkungan hidup Kota Sorong. Saat itu, pemilik lahan, Jhon Resubun mengaku jika penggalian dilakukan untuk mencari air. Sementara di sisi lain, Ivan Dick Muyisa, salah seorang mantan investor mengaku jika penggalian memang untuk mencari emas.
Menurut salah seorang warga terdampak, Vonny Okoseray mengatakan, penggalian telah dihentikan namun sejumlah kerusakan telah terjadi akibat adanya aliran air yang dibuang. Salah satu kerusakan yaitu dinding rumah orang tuanya yang roboh akibat tanah yang tergerus aliran air pembuangan. selain itu menurutnya, sejumlah sumur di sekitar lokasi penggalian kini airnya tak lagi dapat dipakai untuk mencuci karena kualitasnya tidak seperti semula.
Vonny meminta penegak hukum dan pemerintah segera menyelesaikan persoalan yang sempat viral di sosial media usai dirinya mengunggah keluhannya di salah satu grup Facebook. Langkah itu perlu dilakukan agar di kemudian hari tindakan penggalian untuk tujuan apapun tanpa memperhatikan dampak terhadap lingkungan tidak terulang kembali.
Usai disidak kepala dinas lingkungan hidup, polisi telah memasang garis pembatas namun hingga kini belum ada upaya hukum lebih lanjut.
Kapolsek sorong kepulauan, Iptu Abdul Kadir yang dikonfirmasi beberapa waktu lalu menyatakan, walaupun belum ada warga terdampak yang membuat laporan polisi secara resmi, pihaknya telah mengagendakan pemanggilan terhadap pemilik lahan yang melakukan penggalian untuk mengungkap motif kegiatan sebenarnya dan jika ditemukan pelanggaran hukum, maka kapolsek menyatakan akan ditindak sesuai aturan yang berlaku.
-Tim Liputan Papua Channel-