https://youtu.be/oO0Auqy4UtI
KOTA SORONG – Warga di Kelurahan Malasilen Distrik Sorong Timur, Kota Sorong Papua Barat menempatkan dua pohon pisang dan sejumlah tanaman lain tepat di tengah ruas jalan sungai kamundan kawasan Kilometer 12 masuk. Tindakan yang sudah dilakukan sejak sepekan lalu itu merupakan bentuk ungkapan protes warga akibat kondisi jalan yang rusak dan berlubang tetapi hingga saat ini belum ada perbaikan dari pihak berwenang.
Menurut penuturan salah seorang warga bernama Junaidi yang ditemui Kamis siang 3 Juni 2021, kerusakan jalan sudah terjadi sejak satu tahun lalu. Meski pernah diperbaiki sebagian bahkan sudah dicor namun Junaidi menjelaskan kerusakan kembali terjadi akibat intensitas kendaraan yang melintas cukup padat. Faktor lainnya menurut pengamatan Junaidi adalah saluran air yang tidak memadai sehingga menyebabkan genangan air di badan jalan saat turun hujan.
Junaidi yang juga membuka usaha bengkel tepat di depan lokasi penempatan pohon pisang ini menceritakan akibat kondisi jalan berlubang para pengguna jalan sering mengalami kecelakaan terutama pengendara sepeda motor. Meski tidak menyebut secara spesifik pihak mana yang diprotes namun Junaidi berharap pemerintah dari pusat hingga daerah memperhatikan kondisi jalan sungai kamundan dan segera melakukan perbaikan.
Dari hasil pantauan wartawan Papua Channel ruas jalan sungai kamundan masih dapat dilewati. Akan tetapi sejumlah pengendara terlihat menghindar dari badan jalan dimana warga menempatkan pohon pisang dan berupaya mengalihkan rute melewati jalur lain. Dari data yang dihimpun ruas jalan sungai kamundan sepanjang kurang lebih satu koma lima kilometer merupakan ruas jalan yang menjadi kewenangan Pemprov Papua Barat. Pada Tahun 2020 lalu ruas jalan yang juga merupakan salah satu jalur menuju jalan trans Papua Barat yang menghubungkan Kota, Kabupaten Sorong, Tambrauw dan Manokwari ini sudah pernah diperbaiki.
– Tim Liputan Papua Channel –