https://www.youtube.com/watch?v=zsF9tfcqTTg
Puluhan masa di kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, Senin 26 April 2021, menggelar aksi demo damai di halaman kantor KPU Jalan Topay kelurahan Wasior distrik Wasior. Dengan menggunakan kendaraan roda dua dan empat, masa melakukan long march dari sekretariat pasangan hemat menuju kantor KPU. Aksi demo dipimpin oleh ketua lembaga adat masyarakat IMA distrik Wondiboi Adrian Worega. Dalam orasinya, Adrian mempertanyakan kepada KPU terkait penyebab pasti bupati dan wakil bupati terpilih Hendrik Mambor Andarias Kayukatuy belum dilantik. Padahal berdasarkan hasil pemilihan suara ulang 8 April, pasangan Hendrik Mambor Andarias Kayukatuy telah ditetapkan sebagai bupati dan wakil bupati terpilih oleh KPU setempat.
Kedatangan massa demo disambut hangat oleh ketua KPU wondama Monika Sanoy. Dalam penjelasannya, Monika menyampaikan, KPU telah bekerja maksimal dan transparan. Saat ini KPU Wondama juga masih menunggu petujuk lebih lanjut dari KPU RI untuk bisa melakukan pleno penetapan pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih 2020. Monika menyampaikan sebelum adanya aksi demo, pasangan hemat selaku bupati dan wakil bupati terpilih sudah terlebih dauhlu mendatangi kantor kpu untuk mepertanyakan proses pelantikan namun hingga kini KPU masih terus melakukan koordinasi dengan KPU pusat.
Setelah berorasi, massa aksi kemudian menyerahkan point-point yang menjadi aspirasi masyarakat kepada KPU. Sebagai tindaklanjutnya, massa memberikan waktu tiga hari untuk berkoordinasi dengan KPU pusat. Massa bahkan mengancam apabila tenggang waktu yang diberikan tidak ada realisasi maka aksi demo serupa akan digelar dengan mendatangkan massa lebih banyak lagi. Aksi demo ini dikawal ketat oleh pihak kepolisian setempat sehingga usai menyerahkan aspirasi pendemo kemudian membubarkan diri secara teratur.
-Tim Liputan Papua Channel-